Jumat, 16 Desember 2016

Membuat Passport secara Walk-in

Membuat Passport 

Keinginan gue membuat passport berawal ketika gue membaca sebuah blog yang ditulis oleh seorang dosen tentang bagaimana ia memotivasi mahasiswanya agar membuat passport. Ia mengatakan bahwa kita harus pergi setidaknya sekali seumur hidup berkunjung ke negara lain agar mata kita terbuka dalam melihat dunia. 
Setelah mengenal sedikit dunia Au Pair, gue makin yakin kalo gue harus bikin passport.
Apa itu Au Pair? Akan gue bahas di artikel lain. Awalnya gue beranggapan bahwa membuat passport itu sesuatu yang luar biasa susahnya. Ternyata dugaan gue salah besar! Maklum gue bisa dibilang udik. Keluarga gue nggak punya pengalaman keluar negeri, sehingga bagaimana mengurus dokumen yang gue perlukan ya mesti search di google dan tanya-tanya ke temen.
Gue mencoba menjelaskan kembali ketika gue bertanya-tanya tentang passport.

Apa itu Passport?
Passport adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang dari suatu negara yang memuat identitas pemegangnya dan berlaku untuk melakukan perjalanan antar negara.


Bagaimana cara mengurus Passport?
Gue bakal jelasin gimana ngurus pembuatan passport secara walk-in atau datang langsung ke kantor imigrasi karena gue coba passport online gagal terus entah ada masalah apa dengan sistemnya, gue pun akhirnya coba kirim email ke petugas imigrasi dan petugas imigrasi menyarankan saya untuk mengurus langsung ke kantornya. Hmm...baiklah.

Apa saja syarat pembuatan Passport Baru?
1. Mengisi surat pernyataan, tersedia di koperasi kantor imigrasi dengan harga Rp 8.000
2. Mengambil no antrian
3. Mengisi formulir permohonan
4. Melampirkan dokumen asli dan 1 lembar fotocopy (saran gue fotocopy di koperasi imigrasi aja 
    biar nggak repot)
    ~ Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-EI) yang masih berlaku
    ~ Kartu Keluarga (KK)
    ~ Akte Kelahiran/Ijazah/Buku Nikah/SuratBaptis/SBKRI (Surat Bukti Kewarganegaraan 
       Indonesia/Surat Ganti Nama (Pilih salah satu)
5. Bagi yang masih berstatus Pelajar/Mahasiswa persiapkan kartu pelajar (waktu gue diminta 
    fotocopy kartu pelajar juga)
3. Bagi yang ingin bekerja (Calon TKI) wajib melampirkan surat rekomendasi dari Disnakertrans 
    sesuai domisili, kabupaten, kota atau provinsi
4. Bagi yang akan melaksanakan ibadah umroh melampirkan surat rekomendasi biro travel umroh 
    yang sudah terdaftar di Kementerian Agama

Setelah dokumen terkumpul, lalu?
Setelah dokumen lengkap, periksa kembali surat pernyataan dan formulir pembuatan passport. Setelah no antrian kita dipanggil lalu berikan dokumen tersebut ke petugas di tempat kita mengambil formulir tersebut. Disini petugas akan memeriksa kelengkapan dokumen dan bertanya tujuan kita membuat passport. Lalu apabila semua dokumen OK, maka petugas memberikan no antrian untuk ketahap selanjutnya. 
Persiapkan dengan baik untuk interview, baik pakaian maupun cara anda menjawab pertanyaan dari petugas nantinya. Gue sarankan untuk memakai pakaian formal ketika membuat passport, karena saat itu juga akan difoto untuk foto passport. No antrian dipanggil dan serahkan semua dokumen ke petugas permohonan pengajuan passport umum, disini kembali dokumen akan dicek dan 2 petugas akan bertanya kurang lebih seperti ini :
~ Sudah buat passport sebelumnya?
~ Mau pergi kemana?
~ Mau ngapain kesana?
~ Dengan siapa?
~ Nanti disana tinggal dimana?
~ Apa hubunganmu dengan orang yang disana?
~ Untuk berapa lama?
~ Orang tua pernah membuat passport?
Kurang lebih seperti itu ketika gue diinterview petugas imigrasi.
Kalo interview kita lolos, tahap selanjutnya adalah pengambilan foto untuk passport. Yeyyy !! Gue seneng nih pas permohonan passport gue diterima. Kemudian petugas imigrasi ngasih kertas data pemegang SPRI, kertas ini yang nantinya kita bawa saat pengambilan passport. Waktu itu petugasnya bilang sedang ada trouble, gue nggak paham trouble apa yang jelas petugasnya bilang gue disuruh tunggu sms untuk kode pembayarannya.
Besoknya gue dapat sms dan gue langsung bayar melalui teller bank, sebenarnya bisa juga melalui kantor pos. Yuhuuu....passport akan jadi setelah 3 hari kerja terhitung setelah trasnfer. Disini proses urus mengurus selesai!

Bagaimana mengambil passport?
Dateng ke kantor imigrasi dengan membawa kertas data pemegang SPRI yang gue sudah sebutkan sebelumnya dan bukti pembayaran passport. Serahkan ke petugas pengambilan passport, tunggu sampe nama pemohon passport disebut. Jangan lupa pula membawa KTP aslinya, karena petugas akan memintanya. Petugas akan memberikan passport dan meminta foto copy-annya, jadi disini tugasmu yaitu ke koperasi dan fotocopy passportmu 1 aja, serahkan ke petugas dan jangan lupa untuk meminta KTPmu kembali.
Now you got your passport!!

Tarif pembuatan Passport
a. Passport biasa 48 halaman (Umum)      sebesar Rp 355.000
    E-Passport      48 halaman (Elektronik) sebesar Rp 655.000
b. Passport biasa 24 halaman (Umum)      sebesar Rp 155.000
*update 16/12/2016

Alur Permohonan


Kamis, 10 April 2014

Buat kawan-kawan yang lagi cari referensi tentang
"Pengenalan Alat dan Bahan serta Kegunaannya"
untuk Laporan Praktikum Fisika Dasar I monggo dibaca, walaupun tidak
sempurna tapi semoga bermanfaat. :)


Nih langsung saja......


BAB II
PENGENALAN ALAT DAN BAHAN BESERTA FUNGSINYA
2.1    Tujuan
1.     Mengetahui nama alat-alat yang ada di Laboratorium Fisika.
2.     Mengetahui bentuk alat-alat yang ada di Laboratorium Fisika.
3.     Memahami kegunaan alat-alat yang ada di Laboratorium Fisika.
4.     Mengetahui kegunaan bahan-bahan yang dipakai dalam praktikum Fisika.
5.     Mengetahui bahan dasar dalam pembuatan alat-alat laboratorium Fisika.
6.  Mengetahui perbedaan dan persamaan dalam penggunaan alat-alat laboratorium Fisika.

2.2    Alat dan Bahan
2.2.1    Alat
·      Bejana Didih
·      Electric Heater
·      Ember Orrifice
·      Gelas Ukur
·      Jangka Sorong
·      Mistar
·      Neraca Digital
·      Neraca Pegas
·      Stopwatch
·      Thermometer Badan Digital
·      Thermometer Badan Manual
·      Thermometer Batang
·      Tiang Statif      
2.2.2    Bahan
·      Beban
·      Kelereng
·      Tali

2.3    Prosedur Percobaan
1.     Menyiapkan alat tulis.
2.     Mendengarkan materi yang disampaikan oleh Asisten Praktikum.
3.     Mengamati alat-alat laboratorium dan bahan yang digunakan untuk praktikum.
4.     Mencatat fungsi dan kegunaan alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum.
5.     Menggambar alat-alat laboratorium Fisika dan bahan praktikum.
6.     Mempelajari kegunaan alat dan bahan praktikum.
7.     Mempelajari cara kerja alat-alat laboratorium.
8.     Membuat tabel hasil pengamatan.
9.     Merapihkan alat tulis yang telah digunakan.

2.4    Hasil Pengamatan
Tabel 2.1
 Alat dan Bahan serta Fungsinya
No.
Alat dan Bahan
Fungsi

1.
Gambar 2.1
Tiang Statif
·       Terbuat dari campuran logam
·       Menggantungkan beban dan neraca pegas

2.
Gambar 2.2
 Thermometer Batang
·       Mengukur suhu ruangan dengan skala 0 °C sampai 100 °C
·       Terbuat dari kaca dan gelas
·       Diisi dengan air raksa atau alkohol




3.
Gambar 2.3
Mistar
·       Mengukur panjang dengan ketelitian 1 mm
·       Terbuat dari plastik atau logam

4.
Gambar 2.4
Neraca Pegas
·       Mengukur massa benda dengan cara
dikaitkan dengan tiang statif





5.
Gambar 2.5
Jangka Sorong
·       Mengukur diameter dalam dan luar suatu benda
·       Terbuat dari besi




6.




Gambar 2.6
Electric Heater
·       Memanaskan fluida dengan bantuan energi listrik




7.
Gambar 2.7
Gelas Ukur
·       Mengukur fluida dengan skala tertentu
·       Terbuat dari plastik atau gelas




8.
Gambar 2.8
Bejana Didih
·       Tempat untuk memanaskan fluida dengan skala tertentu
·       Terbuat dari gelas khusus yang tahan dengan panas




9.
Gambar 2.9
Thermometer Badan Digital
·       Mengukur suhu badan secara digital dengan skala 35 °C sampai 42 °C
·       Terbuat dari campuran logam dan plastik, penggunaannya memakai baterai




10.
Gambar 2.10
Thermometer Badan Manual
·       Mengukur suhu badan secara manual dengan skala 35 °C sampai 42 °C
·       Terbuat dari kaca atau gelas
·       Diisi dengan air raksa dan alkohol




11.
Gambar 2.11
 Ember Orrifice
·       Tempat menampung fluida, memiliki lubang sebagai tempat mengalirkan fluida




12.
Gambar 2.12
Stopwatch
·       Menghitung waktu dalam satuan sekon





13.
Gambar 2.13
Neraca Digital
·       Menimbang massa benda secara digital
·       Terbuat dari campuran logam dan plastik




14.
Gambar 2.14
Beban
·       Materi yang dapat dihutung massanya.




15.
Gambar 2.15
Tali
·       Mengikat beban pada ayunan bandul dan Osilasi Pegas
16.
Gambar 2.16
Kelereng
·       Sebagai indikator atau massa dalam menentukan viskositas

2.5    Analisa Data
2.5.1    Analisa Percobaan
Percobaan Pengenalan Alat dan Bahan serta Fungsinya bertujuan untuk mengetahui nama alat-alat yang ada di Laboratorium Fisika, mengetahui bentuk alat-alat yang ada di Laboratorium Fisika, memahami kegunaan alat-alat yang ada di Laboratorium Fisika, mengetahui kegunaan bahan-bahan yang dipakai dalam praktikum Fisika, mengetahui bahan dasar dalam pembuatan alat-alat laboratorium Fisika serta mengetahui perbedaan dan persamaan dalam penggunaan alat-alat laboratorium Fisika.
Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum  yaitu Bejana Didih, Electric Heater, Ember Orrifice, Gelas Ukur, Jangka Sorong, Mistar, Neraca Digital, Neraca Pegas, Stopwatch, Thermometer Badan Digital, Thermometer Badan Manual, Thermometer Batang, Tiang Statif, Beban, Kelereng dan Tali.
Prosedur yang digunakan dalam melakukan percobaan ini yaitu dengan menyiapkan alat tulis, kemudian mendengarkan materi yang disampaikan oleh Asisten Praktikum. Selanjutnya mengamati alat-alat laboratorium dan bahan yang digunakan untuk praktikum, lalu mencatat fungsi dan kegunaan alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum. Setelah itu menggambar alat-alat laboratorium Fisika dan bahan praktikum, kemudian mempelajari kegunaan alat dan bahan praktikum, selanjutnya mempelajari cara kerja alat-alat laboratorium. Lalu membuat tabel hasil pengamatan dan merapihkan alat tulis yang telah digunakan.
Setelah melakukan percobaan dapat diketahui bahwa Tiang Statif terbuat dari logam murni, digunakan untuk menggantungkan Beban dan Neraca Pegas. Thermometer Batang terbuat dari gelas atau kaca yang didalamnya terdapat air raksa, digunakan untuk mengukur suhu ruangan dengan range 00C sampai 1000C. Thermometer Badan Manual adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu benda secara manual dengan range 350C sampai 420C. Thermometer Badan Digital adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu badan secara digital dengan range 350C sampai 420C.
Mistar adalah alat yang digunakan untuk mengukur panjang benda dengan ketelitian 0,001 m, terbuat dari plastik dan besi. Neraca Pegas adalah alat yang digunakan untuk mengukur massa benda dengan cara dikaitkan dengan Tiang Statif, alat ini mempunyai pegas di dalamnya sehingga bersifat elastis. Jangka Sorong terbuat dari logam dan mempunyai dua rahang, yaitu rahang tetap dan rahang geser, digunakan untuk menghitung diameter dalam atau luar suatu benda dan ketebalan benda.  
Electric Heater adalah alat yang digunakan untuk memanaskan fluida dengan bantuan listrik. Gelas Ukur 0,5 L adalah alat yang digunakan untuk mengukur volume suatu fluida dengan skala 0,5 L. Bejana Didih digunakan sebagai tempat untuk memanaskan atau mendidihkan fluida, terbuat dari gelas yang tahan panas. Stopwatch bersifat digital terbuat dari campuran logam dan plastik, digunakan untuk mengukur waktu dalam satuan sekon.
Ember Orrifice adalah alat yang digunakan untuk tempat menampung fluida, terbuat dari plastik murni dan memiliki lubang orrifice sebagai tempat mengalirkan fluida. Neraca Digital adalah alat yang digunakan untuk mengukur massa benda secara digital, terbuat dari campuran logam dan plastik.
 Beban terbuat dari logam murni merupakan suatu materi yang bisa dihitung kandungan massanya digunakan pada percobaan Ayunan Bandul. Tali adalah alat yang digunakan untuk mengikat Beban pada percobaan Ayunan Bandul dan Osilasi Pegas, terbuat dari benang atau sabut kelapa. Kelereng digunakan sebagai indikator atau massa dalam menentukan viskositas.
2.5.2    Analisa Kesalahan
Dalam melakukan percobaan Pengenalan Alat dan Bahan serta Fungsinya terdapat beberapa kesalahan, yaitu:
·      Praktikan yang terlalu banyak.
·      Suasana dalam labioratorium yang tidak kondusif.
·      Alat-alat  laboratorium Fisika yang tidak disediakan saat praktikum, seperti Neraca Gigital, Electric Heater sehingga harus ditampilkan dalam bentuk gambar.
·      Jumlah alat-alat laboratorium Fisika yang tidak sesuai dengan peserta yang jumlahnya banyak.
·      Alat-alat laboratorium Fisika yang kurang lengkap.

2.6    Kesimpulan
Dari percobaan Pengenalan Alat dan Bahan serta Fungsinya dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1.     Dapat mengetahui nama alat-alat laboratorium Fisika.
2.     Dapat mengetahui bentuk alat-alat laboratorium Fisika.
3.     Dapat mengetahui kegunaan alat-alat laboratorium Fisika.
4.     Dapat mengetahui nama bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum.
5.     Dapat mengetahui fungsi dari bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum.
6.     Mengetahui persamaan dan perbedaan dari alat-alat laboratorium.
7.     Setiap alat-alat laboratorium mempunyai kegunaan sebagai berikut:
·      Tiang Statif berfungsi untuk menggantungkan beban dan neraca pegas.
·      Neraca Pegas berfungsi untuk mengukur massa benda.
·      Stopwatch berfungsi sebagai alat untuk mengukur waktu dalam satuan sekon.
·      Thermometer Badan berfungsi untuk mengukur suhu badan dengan range 350C sampai 420C.
·      Thermometer Batang berfungsi untuk mengukur suhu ruangan dengan range 00C sampai 1000C.
·      Bejana Didih berfungsi untuk memanaskan atau mendidihkan fluida.
·      Pembakar Spiritus berfungsi sebagai sumber pemanas.
·      Gelas Ukur 0,5 L berfungsi untuk mengukur volume suatu fluida dengan skala 0,5 L.
·      Jangka Sorong berfungsi untuk menghitung diameter dalam dan luar suatu benda.
·      Mistar berfungsi untuk mengukur panjang benda dengan ketelitian 0,001 m.
·      Ember Orrifice adalah berfungsi untuk tempat menampung fluida.
·      Electric Heater berfungsi untuk memanaskan fluida dengan bantuan listrik.
·      Neraca Digital berfungsi untuk mengukur massa benda secara digital.
8.     Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum memiliki kegunaan masing-masing, yaitu:
·      Tali berfungsi untuk mengikat beban pada percobaan Ayunan Bandul.
·      Beban merupakan suatu materi yang bisa dihitung kandungan massanya digunakan pada percobaan Ayunan Bandul dan Osilasi Pegas.
·      Kelereng sebagai indikator untuk menentukan kekentalan atau viskositas fluida.
9.     Bahan Dasar Pembuatan Alat-alat laboratorium:
·      Terbuat dari bahan dasar gelas diantaranya, yaitu Thermometer Batang berskala 0 0C sampai dengan 100 0C, Thermometer Badan berskala 35 0C sampai dengan 42 0C, Bejana Didih, Gelas Ukur 0,5 L dan Kelereng.
·      Terbuat dari bahan dasar besi diantaranya, yaitu Tiang Statif, Neraca Pegas, Neraca Digital, Jangka Sorong, Electric Heater dan Beban.
·      Plastik, yaitu: Stopwatch, Ember Orrifice dan Mistar.
10.  Dalam menggunakan alat-alat yang berfungsi dalam perhitungan atau pengukuran harus teliti.
11.  Praktikan harus berhati-hati ketika menggunakan alat laboratorium dan bahan agar tidak terjadi eksiden saat praktikum.






Daftar Pustaka:
        Tohir, Meireza Andrian. 2013. Laporan Resmi Praktikum Fisika Dasar I. Indramayu:             Akamigas Balongan.
        Yanasari. 2013. Modul Praktikum Fisika Dasar I. Indramayu: Akamigas Balongan.
        Penta, Gama. 2012. Pengenalan Alat dan Bahan. From